Posted by : Amel Alvi Selasa, 19 Februari 2013



PALEMBANG -- Ketua Womens Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi mengatakan, malam pergantian tahun dan hari valentine kerap digunakan pasangan remaja untuk melakukan hubungan seks bebas. 

Pria biasanya mengawali aksinya dengan rayuan dan janji untuk bertanggung jawab agar pasangannya yakin.

Ada juga pria yang merayu dengan meminta pembuktian cinta dan sayang dari sang kekasih. Biasanya, remaja yang larut dalam kemeriahan malam tahun baru dan hari valentin mau saja menuruti ajakan itu.

"Kami tidak pernah melihat hal itu atas dasar suka sama suka. Semuanya pasti ada latarbelakang. Bisa bujuk rayu, janji-janji manis, dan ancaman pemutusan hubungan pacaran. Tetapi kami tidak mencatat jumlah pasti pemerkosaan yang terjadi di malam tahun baru dan valentin," tegas Yeni,

Perbuatan itu juga tidak lepas dari lemahnya kontrol orangtua terhadap anak. Pengawasan ketat yang dilakukan sebelumnya diberikan pengecualian pulang malam di hari itu. Beberapa pria yang mengetahui peluang itu sengaja mengajak pasangannya menginap di hotel dengan alasan pulang kemalaman.

"Seharusnya, rayakanlah hari itu bersama keluarga. Wanita juga harus hati-hati, jangan mudah terpengaruh tawaran-tawaran yang mencurigakan," jelas Yeni.

Yeni meminta wanita harus berani mengatakan 'tidak' untuk setiap ajakan yang dapat merugikan. Perkataan itu tentunya harus selaras dengan sikap dan perilaku.

Jangan menyesal dan meminta maaf setelah mengatakan kata tersebut. Sebab, pria dapat melihat itu sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan dikemudian hari.

"Produk permen peningkat rangsangan sex? Kami belum menemukan korban akibat modus itu di Sumsel. Namun, beberapa waktu lalu mendapatkan pesan BlackBerry dari teman di Jakarta dan Medan untuk mewaspadai beredarnya modus baru itu," kata Yeni.

Dari beberapa kasus pemerkosaan dan pelecahan seksual yang didampingi WCC diketahui, banyak korban dibujuk rayu memanfaatkan jejaring sosial di internet. Bahkan ada juga korban pemerkosaan yang sebelumnya dibuat tidak sadar setelah minum es jeruk.

Hampir semua korban pemerkosaan yang didampingi WCC itu dilakukan oleh orang terdekat. Ada yang datang dari lingkungan keluarga, pacar, tetangga, dan teman orangtua.
"Kejadian itu disebabkan oleh kelakukan yang bejat. Korban yang kami dampingi itu rata-rata berusia 14-18 tahun. Usia yang dikategorikan masih labil, gampang dirayu dan diiming-imingi," kata Yeni.

Editor : edwardi
Sumber : Tribunnews

{ 1 komentar ... read them below or add one }

Koleksi Cewek Bispak

Tuntas Buta Aksara Al-Qur'an di Indonesia

Trending Article

Google+ Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2013 Cerita Terbaik dari Kami untuk anda - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -